Observasi Sawah Terasering Tegalalang
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Perkenalkan kami dari mahasiswa/i Politeknik Pariwisata Makassar Program Studi Manajemen Bisnis Perjalanan Wisata telah melakukan tour di Bali "Nature of Bali" selama 3D2N. Pada tour ini kami kelompok 7 ( Bedwiana Inri Putri, Nadiah Astutiningtyas dan Muh Musyafir) ditugaskan untuk mengobservasi salah satu wisata yang telah dikunjungi yaitu Terasering Tegalalang.
Adapun 2 hal yang telah kami observasi :
1. Informasi Umum
2. Penerapan CHSE.
Informasi Umum
Alamat sawah terasering Tegalalang ada di Desa Tegalalang, yang berada di bagian utara Ubud, Kabupaten Gianyar. Pada saat itu, kami menempuh perjalanan kurang lebih selama 25 menit dari Pura Saraswati dengan menggunakan bus. Untuk sampai ke titik yang pas untuk melihat sawah Terasering kita harus melewati beberapa anak tangga.
2. Aktivitas yang dilakukan
Di tempat ini kita bisa menikmati suasana khas pedesaan yang dapat menyejukkan mata dan hati di Pulau Dewata Bali ini. Pada saat kita mengunjungi tempat ini, padi yang berada di sawah telah di panen tetapi tidak sedikitpun mengurangi kecantikan pemandangannya. Kita bisa melihat sawahnya yang bertingkat rapi dan dikelilingi oleh pepohonan sehingga pada saat mengambil gambar akan terlihat sangat indah dan menarik. Aktivitas lainnya yang bisa dilakukan yaitu Terrace River Pool Swing (ayunan). Untuk harga Terrace River Pool Swing, ada tiga jenis mulai dari Rp 150,000/orang tetapi pada saat itu Bali Swing tidak beroperasi dikarenakan pandemi dimana kurangnya wisatawan yang datang berkunjung.
3. Fasilitas
Terdapat toko ole-ole berjejer disepanjang jalan. Beraneka ragam produk kerajinan dan barang lainnya di toko – toko tersebut mulai dari baju sampai karya pahatan dan berbagai souvenir lainnya. Terdapat juga restaurant untuk mencicipi hidangan sambil menikmati pemandangan sawah terasering .
Penerapan CHSE
Seperti yang kami observasi untuk penerapan CHSE di Terasering Tegalalang masih kurang. Mengapa demikian? karena tidak disediakan tempat mencuci tangan bagi wisatawan yang berkunjung dan tidak terdapat juga simbol untuk menjaga jarak dan lainnya. Tetapi untuk rombongan kami, tour guide selalu mengingatkan agar tetap mengikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan tidak menyentuh apapun.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar